Detik-Detik Kematian Abraham Lincoln

| komentar (2)


Abraham Lincoln menjabat Presiden ke-16 Amerika Serikat, dianggap berhasil menyelamatkan negara dari perang saudara, dengan kebijaksana rekonsiliasi murah hati, menerbitkan Proklamasi Emansipasi, penghapusan perbudakan, dan dianggap oleh para ahli sejarah sebagai salah satu yang terbesar di antara semua Presiden AS.

Presiden yang murah hati ternyata harus berakhir dengan sangat menyedihkan, pada tanggal 15 di bulan April tahun 1865, Abraham Lincoln meninggal dunia karena dibunuh, seluruh rakyat AS menangis, terutama sekali golongan para budak yang benar-benar merasa sangat kehilangan, pemimpin yang mengangkat harkat martabat mereka sebagai manusia, tapi masih ada yang paling sedih dan menyesal, mereka tidak lain adalah para anggota kabinet AS.

Anggota Kabinet menyesal tidak tanggap dengan apa yang dikatakan oleh Abraham Lincoln, sebelum terbunuh, ternyata kata-katanya bukan hanya sekedar gurauan, bukan bahan candaan, sebab beberapa hari sebelum hari pembunuhan, Abraham Lincoln telah memberitahukan kepada para anggota kabinet, bahwa Ia bermimpi mengembara ke pemakaman rumah putih, dan ketika Abraham Lincoln bertanya kepada salah satu pelayat "siapakah yang telah meninggal??" dijawab oleh pelayat tersebut "Presiden ... Ia dibunuh oleh seorang pembunuh.."

Abraham Lincoln diyakini sudah melihat nasibnya sebelum terjadinya pembunuhan, dan Ia menanti kematian itu untuk terus berjuang bagi kemanusiaan, sedangkan masyarakat yang mendengar hal itu, semakin mengagumi Abraham Lincoln sebagai orang besar untuk kemanusiaan, mereka mengatakan "Human in love God." 

Sumber: http://kasakusuk.com/melihat-nasibnya-sebelum-di-bunuh-abraham-lincoln
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

19 Juni 2012 22.14

tes

19 Juni 2012 22.15

tes1

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. Detik Riwayat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Premium Blogger Template